Tittle : Harry Potter and the prisoner of Azkaban
Actor : Daniel Radcliffe
Reviewed By : Siti Humaeroh
Review : Positive (+)
Explain of Positive Review :
• This movie is amazing, awesome and make people became have a high imagination, after watched this.
• The manage effect of this movie very creative and makes audience mesmerized.
• Your acting is good.
Letter of Offer
Shumaeroh5@gmail.com
Bekasi, 27th June 2013
To: Daniel Radcliffe
Dear Sir,
My name is Siti Humaeroh. I am a student of Gunadarma University. The purpose of my letter is to explaining the quality act and the purpose of your movie from Daniel Radcliffe.
One of a actor is Daniel Radcliffe. I am interested with your acting in the movie Harry Potter and the prisoner of azkaban. Your acting in this movie is very good and your act it is so opportune with the plot of this movie. The manage effect of this movie very creative and makes audience mesmerized. With your acting makes this movie became popular and many people have a imagination, after watched this movie
So, your acting in your movie is a satisfied. Thank you.
Saturday, June 29, 2013
Tuesday, June 4, 2013
Explaining Chart
|
Year
|
2012
|
2011
|
2010
|
2009
|
2008
|
|
HIV
|
21.511
|
21.031
|
21.591
|
9.793
|
10.362
|
|
AIDS
|
5.686
|
5.686
|
6.845
|
5.483
|
4.943
|
Based
on data from the Ministry of Health, in 2012 as many as 21.511 cases of HIV and
AIDS as many as 5.686 people person. Base on the precentage of AIDS cases by
risk factors in 1987 until December, cummulative, risk factors for HIV
transmission in heterosexual majority (58,7 percent); Injecting drug user (IDU)
as much as 17,5 percent, 2,7 percent and perinatal transmission of homosexual
as 2,3 percent.
Meanwhile,
the data in 2011, as many as 21.031 people living with HIV and AIDS patient as
much as 5.686 people. In 2010, as many as 21.591 people living with HIV and
AIDS patient as much as 6.845 people. In 2009, as many as 9.793 people living
with HIV and AIDS patient as much as 5.483 people. In 2008, as many as 10.362
people living with HIV an AIDS as much as 4.943 people.
Tuesday, April 30, 2013
RESUME
PERSONAL DETAIL
SITI
HUMAEROH
Jl.
Siliwangi RT 002/04 No. 40 Bekasi Timur 17114
085710320171
shumaeroh5@gmail.com
WORKING EXPERIENCE
Job Training at PT.
Lottemart as Position Staff Administration 2008
Part of BEM FE at
Gunadarma University 2010-2011
EDUCATION BACKGROUND
Gunadarma University –
Economics Faculty, majoring in Accounting
GPA (Grade Point
Average) = 2,81
INTEREST
Account Executive
SKILL
-
Communication
skills
-
Computer skills
(Ms. Office, Accounting Software)
-
Hard working
-
Enjoy meeting
people and prefer to work in field
-
I am a person
that can work in a group, I am a team player
REFERENCE
Advertising on http://www.hersmagz.com
posted on February 28, 2013.
Bekasi, April 28, 2013
APPLICATION LETTER
Attention to :
HRD Manager
Herz Magazine
Jl. R.P. Soeroso No.
32, 5th Floor
Jakarta Pusat
Dear Sir,
I wish to apply for the
position of Accounting Staff that was advertised on http://www.hersmagz.com posted on February
28, 2013.
My computer skills are
very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee,
and I ever to be part of BEM FE at Gunadarma University since September 201
until July 2012.
I am looking for new
challenges and the position of Account Executive sounds the perfect
opportunity, Your organisation has an enviable record innovation in investor
financial consultant, and an excellent reputation as an employer, making the
position even more attractive.
I enclose my RESUME for
your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for
interview at your convenience.
Sincerely yours,
Siti Humaeroh
Thursday, April 4, 2013
trip experience to Carita beach
Hay, I’m
siti humaeroh. You can call me umai.
In this momment,
I will tell you about my trip experience to Carita beach with my friends.
I leave home
at 07.30. Prefiously, I pick karin and novita first. After the three of us got my
home, Erlangga already waiting at roadside. Then the four of us immediately
headed septya’s home by Erlangga’s car. After arriving septya’s home, was
already there Suci, Sopyan, Amel and Septo already waiting there.
At 09:30 we
had left Septya’s home. We went straight to the toll Pancoran. During the trip,
our song accompanied Noah – Separuh Aku. Among us, no one knows the way to get
there, we just rely directions. Hehe
3 hours
passed, we reached the city of Cilegon. Our quick break and then prayed. After
prayer and rest, we continued our journey back.
Hours are
14:00 o'clock, we arrived at Carita beach. We were screaming at the sea. Wait,
Just septya who shouted, not we all hehe. After the car was parked, we went
straight to the beach and took off our footwear. We take pictures there. These
photographs.
I, Suci,
Septya, Amel dan Septo rise a banana boat. It's the first time I ride a banana
boat. After riding the banana boat, we take pictures again.
It was
already 17.30. we already itching from jellyfish found on the beach. Finally we
direct our bodies washed in a wash. unfortunately we did not see the sunset
from the beach.
Finished
bathing, the photos again: D
We came home
from the beach at 18.30. we were very tired. Many of us were asleep during the
ride home. 4 hours passed, we reached the town of Cilegon. We stopped for lunch
at a mall in the city. When finished eating, we continued our journey home. I
got home at 2:45.
We just
spent 60,000 for back and forth there: D
This is my
story, what's your story? : D
Friday, December 7, 2012
Penalaran
A.
Arti Kata
1. Cara (perihal) menggunakan nalar;
pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan
takhayul serta ~ yang tidak logis haruslah dikikis habis;
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan
sesuatu dengzn nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman;
3. Proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip
B.
Pengertian
Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang
sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan
sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan
sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang
disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan
disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan
konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut
konsekuensi. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
C.
Jenis-jenis Penalaran
1. Penalaran
induktif
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari
peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu
kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
2.
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah cara berpikir
dengan berdasar pada suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan.
Pernyataan dasar tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan
implikasi pernyataan dasar tersebut.
Sumber:
id.wikipedia.com/penalaran
http://www.artikata.com/arti-372168-penalaran.html
Penalaran
A Arti Kata
1. Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara
berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak
logis haruslah dikikis habis;
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar
dan bukan dng perasaan atau pengalaman;
3. Proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa
fakta atau prinsip
B.
Pengertian
Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik)
yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang
sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan
sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan
sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang
disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan
disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan
konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut
konsekuensi.Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
C.
Jenis-jenis Penalaran
1. Penalaran
induktif
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari
peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu
kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
2. Penalaran Deduktif
Penalaran
deduktif adalah cara berpikir dengan berdasar pada suatu pernyataan dasar untuk
menarik kesimpulan. Pernyataan dasar tersebut merupakan premis, sedangkan
kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.
Sumber:
id.wikipedia.com/penalaran
http://www.artikata.com/arti-372168-penalaran.html
Tuesday, October 16, 2012
Sejarah Bahasa Indonesia
Nama : Siti
Humaeroh
Kelas : 3EB21
NPM : 26210592
Sejarah
Bahasa indonesia
Bahasa
Indonesia berasal dari bahasa Melayu termasuk rumpun bahasa Autronesia yang
telah digunakan sebagai lingua franca di Nusantara sejak abad-abad awal
penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa
seharihari ini sering dinamai dengan istilah Melayu pasar. Jenis ini sangat
lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan
sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang
digunakan para penggunanya.
Selain
Melayu pasar terdapat pula istilah Melayu tinggi. Pada masa lalu bahasa Melayu
tinggi digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatra, Malaya, dan
Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh
sindiran, dan tidak seekspresif bahasa Melayu pasar. Pemerintah kolonial Belanda
yang menganggap kelenturan Melayu pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya.
Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu tinggi,
diantaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu tinggi oleh
Balai Pustaka. Tetapi bahasa Melayu pasar sudah terlanjur diambil oleh banyak
pedagang yang melewati Indonesia.
Penamaan
istilah “bahasa Melayu” telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu
angkat tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu kuno dari
Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan b aksara Pallawa
atas perintah raja Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad
ke-7 dan ke-8. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu
kuno di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga
menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.
Perkembangan
dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan
Islam, baik yang berupa batu bertulis seperti tulisan pada batu nisan di Minye
Tujoh, Aceh, berangka 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17),
sepeti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Rja-Raja Pasai, Sejarah Melayu,
Tajussalatin, dan Bustanussalatin.
Bahasa
Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam
di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara
sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa,
dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
Peristiwa-peristiwa
penting berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia diantaranya:
1. Pada 1901,
disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophujisen dan dimuat dalam
Kitab Logat Melayu.
2. Pada 1908, pemerintah mendirikan sebuah badan
penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie de Volkslectuur (Taman
Bacaan Rakyat), yang kemudian pada 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai
itu menerbitkan buku-buku novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan,
buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak
sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
3. Pada 28
Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan
bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan memancangkan
tonggak yang kukuh untuk perjalan bahasa Indonesia.
4. Pada 1933,
secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastarawan muda yang menamakan dirinya
sebagai Pujangga Baru yang di pimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan
kawan-kawan.
5. Pada tarikh
25 – 28 Juni 1938, dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari
hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa
Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia
pada saat itu.
6. Pada 18
agustus 1945, di tandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu
pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7. Pada Maret
1947, diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti
Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8. Kongres
Bahassa Indonesia II di Medan pada tarikh 28 Oktober – 2 November 1954 juga
salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan
bahsa Indonesia yang di angkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai
bahasa negara.
9. Pada 16
Agustus 1972, H.M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (ETD) melalui pidato kenergaraan di
hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 Tahun
1972.
10. Pada 31
Agustus 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi
berlaku di seluru wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
11. Kongres
Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada 28 Oktober – 2
November 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres
yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain
memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahsa Indonesia sejak
1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
12. Kongres
Bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tarikh 21 – 6 November 1983.
Ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55.
Dalam petusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia
harus lebih di tingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis
Besar Haluan Negara, tyang mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dapat tercapai semaksimal
mungkin.
13. Kongres
Bahasa Indonesia V diselenggarakan di Jakarta pada tarikh 28 Oktober – 3
November 1988. Ia dihadiri oleh kira-kira 700 pakar bahasa Indonesia dari
seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara
sahabat seperti Brunei Darussalam, malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia.
Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan
dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar
Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
14. Kongres
Bahasa Indonesia VI diselenggaran di Jakarta pada tarikh 28 Oktober – 2
November 1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahsa dari Indonesia dan 53
peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerma,
Hong Kong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika
Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa di
tingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan di
susnannya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
15. Kongres
Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada 26 – 30
Oktober 1998. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Keanggotannya
terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap
bahasa dan sastra.
b. Tugasnya
memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta
mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa.
16. Kongres
Bahasa Indonesia VIII diselenggarakan di Jakarta pada 14 – 17 Oktober 2003.
17. Kongres IX
Bahasa Indonesia. Kongres ini akan membahas tiga persoalan utama: 1) bahasa
Indonesia; 2) bahasa daerah; dan 3) penggunaan bahasa asing. Tempat kongres di
Jakarta, pada 28 Oktober – 1 November 2008 di Hotel Bumi Karsa, Kompleks
Bidakara, Jalan M.T. Haryono, Jakarta Selatan. Secara umum, Kongres IX Bahasa
Indonesia ini bertujuan meningkatkan peran bahasa dan sastra Indonesia dalam
mewujudkan insan Indonesia cerdas kompetitif menuju Indonesia yang bermatanat,
berkepribadian, dan berperadaban unggul.
Bahasa
Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahsa negara pada 18 Agustus 1945,
karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan
bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. (Bab XV, Pasal 36).
Sumber: Buku
Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi karya Aleka a. & H. Achmad
H.P.
Subscribe to:
Posts (Atom)

