Saturday, June 29, 2013

Movie Review

Tittle            : Harry Potter and the prisoner of Azkaban
Actor            : Daniel Radcliffe
Reviewed By : Siti Humaeroh
Review         : Positive (+)

Explain of Positive Review :
•    This movie is amazing, awesome and make people became have a high imagination, after watched this.
•    The manage effect of this movie very creative and makes audience  mesmerized.
•    Your acting is good.
   

Letter of Offer
Shumaeroh5@gmail.com

                                                                                                                
                                                                                    Bekasi, 27th June 2013
To: Daniel Radcliffe

Dear Sir,
My name is Siti Humaeroh. I am a student of Gunadarma University. The purpose of my letter is to explaining the quality act and the purpose of your movie from Daniel Radcliffe.

One of a actor is Daniel Radcliffe. I am interested with your acting in the movie Harry Potter and the prisoner of azkaban. Your acting in this movie is very good and your act it is so opportune with the plot of this movie. The manage effect of this movie very creative and makes audience  mesmerized. With your acting makes this movie became popular and many people have a imagination, after watched this movie
So, your acting in your movie is a satisfied. Thank you.
                           
                                  

Tuesday, June 4, 2013

Explaining Chart

Year
2012
2011
2010
2009
2008
HIV
21.511
21.031
21.591
9.793
10.362
AIDS
5.686
5.686
6.845
5.483
4.943

Based on data from the Ministry of Health, in 2012 as many as 21.511 cases of HIV and AIDS as many as 5.686 people person. Base on the precentage of AIDS cases by risk factors in 1987 until December, cummulative, risk factors for HIV transmission in heterosexual majority (58,7 percent); Injecting drug user (IDU) as much as 17,5 percent, 2,7 percent and perinatal transmission of homosexual as 2,3 percent.
Meanwhile, the data in 2011, as many as 21.031 people living with HIV and AIDS patient as much as 5.686 people. In 2010, as many as 21.591 people living with HIV and AIDS patient as much as 6.845 people. In 2009, as many as 9.793 people living with HIV and AIDS patient as much as 5.483 people. In 2008, as many as 10.362 people living with HIV an AIDS as much as 4.943 people.

Courtecy: http://detik.com/surabaya/read/2013/04/03/122846/2210317/466/penderita-aids-di-indonesia-5686-dan-hiv-21511-orang

Tuesday, April 30, 2013

RESUME




PERSONAL DETAIL
SITI HUMAEROH
Jl. Siliwangi RT 002/04 No. 40 Bekasi Timur 17114
085710320171
shumaeroh5@gmail.com


WORKING EXPERIENCE
Job Training at PT. Lottemart as Position Staff Administration                       2008
Part of BEM FE at Gunadarma University                                                    2010-2011


EDUCATION BACKGROUND
Gunadarma University – Economics Faculty, majoring in Accounting
GPA (Grade Point Average) = 2,81


INTEREST
Account Executive


SKILL
-          Communication skills
-          Computer skills (Ms. Office, Accounting Software)
-          Hard working
-          Enjoy meeting people and prefer to work in field
-          I am a person that can work in a group, I am a team player


REFERENCE
Advertising on http://www.hersmagz.com  posted on February 28, 2013.
Bekasi, April 28, 2013


APPLICATION LETTER

Attention to :
HRD Manager
Herz Magazine
Jl. R.P. Soeroso No. 32, 5th Floor
Jakarta Pusat

Dear Sir,
I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on http://www.hersmagz.com posted on February 28, 2013.
My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee, and I ever to be part of BEM FE at Gunadarma University since September 201 until July 2012.
I am looking for new challenges and the position of Account Executive sounds the perfect opportunity, Your organisation has an enviable record innovation in investor financial consultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.
I enclose my RESUME for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience.

Sincerely yours,


Siti Humaeroh

Thursday, April 4, 2013

trip experience to Carita beach




Hay, I’m siti humaeroh. You can call me umai.
In this momment, I will tell you about my trip experience to Carita beach with my friends.
I leave home at 07.30. Prefiously, I pick karin and novita first. After the three of us got my home, Erlangga already waiting at roadside. Then the four of us immediately headed septya’s home by Erlangga’s car. After arriving septya’s home, was already there Suci, Sopyan, Amel and Septo already waiting there.
At 09:30 we had left Septya’s home. We went straight to the toll Pancoran. During the trip, our song accompanied Noah – Separuh Aku. Among us, no one knows the way to get there, we just rely directions. Hehe
3 hours passed, we reached the city of Cilegon. Our quick break and then prayed. After prayer and rest, we continued our journey back.
Hours are 14:00 o'clock, we arrived at Carita beach. We were screaming at the sea. Wait, Just septya who shouted, not we all hehe. After the car was parked, we went straight to the beach and took off our footwear. We take pictures there. These photographs.
I, Suci, Septya, Amel dan Septo rise a banana boat. It's the first time I ride a banana boat. After riding the banana boat, we take pictures again.
It was already 17.30. we already itching from jellyfish found on the beach. Finally we direct our bodies washed in a wash. unfortunately we did not see the sunset from the beach.
Finished bathing, the photos again: D
We came home from the beach at 18.30. we were very tired. Many of us were asleep during the ride home. 4 hours passed, we reached the town of Cilegon. We stopped for lunch at a mall in the city. When finished eating, we continued our journey home. I got home at 2:45.
We just spent 60,000 for back and forth there: D
This is my story, what's your story? : D


Friday, December 7, 2012

Penalaran


A.      Arti Kata
1.  Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yang tidak logis haruslah dikikis habis;
2.   Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengzn nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman;
3.    Proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip

B.      Pengertian
 Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik)        yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

C.      Jenis-jenis Penalaran
1.      Penalaran induktif
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
2.      Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasar pada suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan dasar tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.

Sumber:
id.wikipedia.com/penalaran
http://www.artikata.com/arti-372168-penalaran.html

Penalaran



A      Arti Kata
1.  Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis;
2.     Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman;
3.     Proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip

B.      Pengertian
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

C.      Jenis-jenis Penalaran
1.      Penalaran induktif
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
2.      Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasar pada suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan dasar tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.


Sumber:
id.wikipedia.com/penalaran
http://www.artikata.com/arti-372168-penalaran.html


Tuesday, October 16, 2012

Sejarah Bahasa Indonesia


Nama              : Siti Humaeroh
Kelas               : 3EB21
NPM                : 26210592

Sejarah Bahasa indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu termasuk rumpun bahasa Autronesia yang telah digunakan sebagai lingua franca di Nusantara sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa seharihari ini sering dinamai dengan istilah Melayu pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.
Selain Melayu pasar terdapat pula istilah Melayu tinggi. Pada masa lalu bahasa Melayu tinggi digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatra, Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif bahasa Melayu pasar. Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu tinggi, diantaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu tinggi oleh Balai Pustaka. Tetapi bahasa Melayu pasar sudah terlanjur diambil oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia.
Penamaan istilah “bahasa Melayu” telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angkat tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu kuno dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan b aksara Pallawa atas perintah raja Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu kuno di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.
Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), sepeti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Rja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.
Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
Peristiwa-peristiwa penting berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia diantaranya:
1.      Pada 1901, disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophujisen dan dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
2.      Pada  1908, pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu menerbitkan buku-buku novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
3.      Pada 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalan bahasa Indonesia.
4.      Pada 1933, secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastarawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang di pimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
5.      Pada tarikh 25 – 28 Juni 1938, dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia pada saat itu.
6.      Pada 18 agustus 1945, di tandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7.      Pada Maret 1947, diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8.      Kongres Bahassa Indonesia II di Medan pada tarikh 28 Oktober – 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahsa Indonesia yang di angkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
9.      Pada 16 Agustus 1972, H.M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (ETD) melalui pidato kenergaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 Tahun 1972.
10.  Pada 31 Agustus 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluru wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
11.  Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada 28 Oktober – 2 November 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahsa Indonesia sejak 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
12.  Kongres Bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tarikh 21 – 6 November 1983. Ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam petusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih di tingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, tyang mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
13.  Kongres Bahasa Indonesia V diselenggarakan di Jakarta pada tarikh 28 Oktober – 3 November 1988. Ia dihadiri oleh kira-kira 700 pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
14.  Kongres Bahasa Indonesia VI diselenggaran di Jakarta pada tarikh 28 Oktober – 2 November 1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahsa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerma, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa di tingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan di susnannya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
15.  Kongres Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada 26 – 30 Oktober 1998. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut:
a.       Keanggotannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra.
b.      Tugasnya memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
16.  Kongres Bahasa Indonesia VIII diselenggarakan di Jakarta pada 14 – 17 Oktober 2003.
17.  Kongres IX Bahasa Indonesia. Kongres ini akan membahas tiga persoalan utama: 1) bahasa Indonesia; 2) bahasa daerah; dan 3) penggunaan bahasa asing. Tempat kongres di Jakarta, pada 28 Oktober – 1 November 2008 di Hotel Bumi Karsa, Kompleks Bidakara, Jalan M.T. Haryono, Jakarta Selatan. Secara umum, Kongres IX Bahasa Indonesia ini bertujuan meningkatkan peran bahasa dan sastra Indonesia dalam mewujudkan insan Indonesia cerdas kompetitif menuju Indonesia yang bermatanat, berkepribadian, dan berperadaban unggul.

Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahsa negara pada 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. (Bab XV, Pasal 36).

Sumber: Buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi karya Aleka a. & H. Achmad
               H.P.